110 Cities
Choose Language
Kembali ke Panduan Doa

Kisah Justin

Justin adalah seorang penulis muda Indonesia yang sangat berbakat. Ia mengatasi tantangan besar berupa autisme, kesulitan berbicara, dan perjuangan sehari-hari untuk menerbitkan buku pertamanya pada usia 8 tahun. Terlepas dari kesulitan yang dihadapinya, Justin menggunakan tulisannya untuk menginspirasi dan menyemangati orang lain di seluruh dunia, mengubah tantangannya menjadi sumber kekuatan.

Justin telah menuliskan renungan dan tema harian kita untuk Panduan Doa dan percaya bahwa setiap dari kita diberkati, dihibur, dan dikuatkan olehnya.

Ikuti Justin Instagram | Beli Buku Justin | Pengantar Justin

Jangan pernah menyerah pada impian Anda! Saya Justin Gunawan dari Indonesia.

Hari ini saya ingin berbicara tentang mimpi. Setiap orang, muda maupun tua, memiliki mimpi.

Saya mempunyai cita-cita menjadi pembicara dan penulis... namun hidup tidak selalu mulus. Jalannya tidak selalu jelas.

Saya didiagnosis menderita gangguan bicara yang parah. Saya baru benar-benar berbicara saat berusia lima tahun. Terapi berjam-jam telah membawa saya ke titik ini, meskipun masih terbata-bata dan saya masih mengalami kesulitan.

Apakah saya pernah mengasihani diri sendiri?
Apakah saya merasa kasihan pada diri saya sendiri?
Apakah aku akan pernah menyerah pada mimpiku?

Tidak! Itu justru membuatku bekerja lebih keras dan lebih keras lagi.

Izinkan saya jujur kepada Anda, kadang-kadang ya.

Saya mungkin merasa frustrasi, lelah, dan sedikit putus asa dengan situasi saya.

Jadi apa yang biasanya saya lakukan? Bernapas, istirahat, dan rileks.
tapi jangan pernah menyerah!

Justin Gunawan (16)

Beritahu Justin betapa Anda telah disemangati DI SINI

Lebih lanjut tentang Yustinus...
Justin didiagnosis menderita autisme saat berusia dua tahun. Ia tidak dapat berbicara hingga berusia lima tahun. Ia menjalani terapi selama 40 jam setiap minggu. Ia tidak diterima di 15 sekolah sebelum akhirnya menemukan satu sekolah. Saat berusia tujuh tahun, keterampilan menulisnya dinilai hanya 0,1 persen, tetapi upaya ibunya untuk mengajarinya memegang pensil dan menulis membuahkan hasil. Saat berusia delapan tahun, tulisan Justin diterbitkan oleh penerbit nasional.

Terlepas dari kesulitan berbicara dan perjuangannya melawan autisme, Justin menggunakan tulisannya untuk menginspirasi dan menyemangati orang lain di seluruh dunia, mengubah tantangannya menjadi sumber kekuatan. Tulisannya dapat dilihat di Instagram. @justinyoungwriter, tempat dia terus berbagi perjalanannya dan terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia.

crossmenuchevron-downarrow-up
id_IDIndonesian
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram