


1. Mendengar
Tanyakan kepada Tuhan: “Siapa yang dapat saya bantu secara diam-diam di rumah atau di sekolah hari ini?”
2. Mengetahui
Aku diciptakan untuk melakukan perbuatan baik. – Efesus 2:10
3. Berbagi
Lakukan tindakan kebaikan yang tersembunyi — membantu di rumah, merapikan sesuatu tanpa diminta, atau memberi semangat kepada seseorang secara diam-diam.
(Niamey, Niger)
Niamey adalah kota yang terletak di tepi Sungai Niger yang lebar. Matahari bisa sangat terik, dan jalanan terasa berdebu dan terang. Orang-orang menjual mangga dan kacang di kios-kios pinggir jalan. Sepeda motor berderu lewat, dan kambing terkadang berkeliaran di dekat pasar seolah-olah mereka pemilik tempat itu.
Mariama yang berusia sembilan tahun tinggal di lingkungan tempat semua orang saling mengenal. Dia membantu ibunya mengambil air, menyapu halaman, dan menjaga adik laki-lakinya sementara ibunya memasak.
Mariama adalah pengamat yang teliti. Dia memperhatikan hal-hal kecil: siapa yang berbagi makanan, siapa yang membiarkan pintu mereka terbuka, siapa yang membantu tetangga lanjut usia membawa tas berat.
Sebuah keluarga baru tiba di lingkungan itu sebulan sebelum musim hujan. Mereka datang dari negara lain dan berbicara dengan aksen yang berbeda. Mereka ramah, tetapi tidak bertingkah seperti turis. Mereka tinggal. Mereka mempelajari kata-kata lokal. Mereka menyapa orang dengan hormat.
Mariama mengamati mereka dengan saksama.
Sang ibu, Ny. Hana, sering membawa tas besar berisi perbekalan dan berjalan kaki mengunjungi para wanita di lingkungan sekitar. Terkadang Mariama melihatnya duduk bersama tetangga yang bayinya sakit. Terkadang ia membantu memasak. Terkadang ia menyapu halaman rumah seseorang tanpa diminta.
Suatu hari Mariama bertanya kepada ibunya, "Mengapa dia begitu banyak membantu?"“
Ibunya mengangkat bahu. "Beberapa orang memang suka melakukan hal-hal baik."“
Namun Mariama memperhatikan hal lain.
Saat Ibu Hana membantu, dia tidak pamer. Dia tidak membuat keributan. Dia tidak bertindak seolah-olah dirinya lebih penting.
Dia melayani seolah itu hal biasa. Seolah itu menyenangkan.
Suatu sore, adik laki-laki Mariama menumpahkan sepanci air. Air itu terciprat ke mana-mana, dan Mariama merasa wajahnya memerah karena frustrasi. Membawa air itu berat, dan sekarang mereka harus mengambil air lagi.
Ibu Mariama menghela napas. "Tidak apa-apa," katanya, tetapi Mariama bisa merasakan ibunya lelah.
Tepat saat itu, Nyonya Hana berjalan melewati gerbang. Ia berhenti, melihat tanah yang basah, dan bertanya dengan ramah, "Bolehkah saya membantu?"“
Sebelum Mariama sempat menjawab, Ibu Hana sudah mengangkat ember dan membantu membersihkan kekacauan itu. Ia tersenyum pada Mariama dan berkata, “Jangan khawatir. Semua orang pernah melakukan kesalahan.”
Mariama tidak bisa berhenti memikirkannya.
Kemudian, Mariama melihat Ny. Hana duduk di bawah pohon bersama beberapa wanita. Mereka tidak berdebat. Mereka berbicara dengan lembut. Mariama mendengar satu kata diulang-ulang: Isa — Yesus.
Malam itu Mariama bertanya kepada ibunya, “Apakah mereka mengikuti Yesus?”
Ibunya sedikit mengerutkan kening, seolah tidak yakin harus berkata apa. "Beberapa orang memang begitu."“
Mariama mengangguk dan memikirkan kebaikan Ibu Hana.
Beberapa hari kemudian, ibu Mariama jatuh sakit. Ia berbaring di atas tikar, berkeringat, dan tidak mampu berdiri.
Mariama ketakutan karena dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencoba mengipasi ibunya dan membawakan air dingin, tetapi ibunya masih terlihat lemah.
Kemudian Nyonya Hana datang ke gerbang.
“Aku dengar ibumu sakit,” katanya lembut. “Bolehkah aku menjenguk?”
Mariama menuntunnya masuk ke dalam. Ibu Hana duduk di samping ibu Mariama, memegang tangannya, dan berdoa pelan kepada Yesus. Ia memohon kesembuhan dan kekuatan. Ia memohon kedamaian di rumah mereka.
Setelah itu, Ny. Hana tinggal untuk membantu memasak. Dia mencuci piring. Dia membantu saudara laki-laki Mariama makan. Dia tidak terburu-buru.
Mariama merasakan sesuatu yang hangat di dadanya — bukan hanya kelegaan, tetapi juga kekaguman.
Ketika ibunya akhirnya merasa lebih baik dan bisa duduk, dia menatap Mariama dan berbisik, "Wanita itu mencintai dengan tindakannya."“
Mariama mengangguk.
Sejak saat itu, Mariama mencoba meniru apa yang dilihatnya. Dia membantu saudara laki-lakinya tanpa mengeluh. Dia merapikan barang-barang tanpa diminta. Dia membawakan air untuk tetangga yang lebih tua sekali seminggu.
Dan ketika dia melakukannya, dia teringat akan senyum Nyonya Hana.
Mariama mulai memahami sesuatu yang penting:
Yesus mengajarkan orang untuk melayani dengan kerendahan hati.
Dan cinta yang tulus dapat mengubah seluruh lingkungan.
Unduh Buku MewarnaiMariama membantu menyapu halaman di luar rumah keluarganya. Seorang anak laki-laki memperhatikan dari dekat sementara ayam-ayam mematuk tanah. Di latar belakang, para wanita bekerja bersama di samping gubuk bundar dan bangunan sederhana, menunjukkan kehidupan sehari-hari di desa Niger.
Sambil mewarnai dan mempelajari kata-kata baru, berdoalah agar orang-orang di Niger dapat mengalami kasih Yesus.
Pengantar Bahasa
Bahasa hari ini adalah bahasa Prancis. Cobalah kata-kata sederhana ini sambil berdoa untuk Niger.
Kata 1
Halo = Bonjour
Terdengar Seperti = bon-ZHOOR
Kata 2
Terima kasih = Terima kasih
Terdengar Seperti = mehr-SEE
Kata 3
Perdamaian = Paix
Terdengar Seperti = PEH


110 KOTA - Kemitraan Global | Situs oleh Media IPC.
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA