
Saya tinggal di Kermanshah, sebuah kota di pegunungan Iran barat dekat perbatasan Irak. Tanah kami berbukit-bukit dan indah, dibentuk oleh Pegunungan Zagros dan sejarah berabad-abad. Banyak penduduk di sini adalah orang Kurdi, bangga dengan bahasa, tradisi, dan rasa identitas yang mendalam. Ukiran kuno seperti relief batu terkenal di Taq-e Bostan menjadi pengingat bahwa wilayah ini telah menjadi persimpangan kerajaan selama ribuan tahun.
Kehidupan di sini tidak pernah mudah. Pada tahun 2017, gempa bumi dahsyat menghancurkan komunitas di seluruh wilayah ini, menyebabkan ribuan orang tewas dan banyak keluarga masih membangun kembali kehidupan mereka bertahun-tahun kemudian. Bahkan hingga hari ini, beberapa lingkungan masih menyimpan bekas luka akibat bencana tersebut. Kemiskinan dan pengangguran tetap menjadi kenyataan pahit bagi banyak orang di provinsi ini.
Kini, ketegangan akibat konflik yang lebih luas di Iran telah menambah ketidakpastian baru. Karena Kermanshah terletak dekat perbatasan Irak dan dekat jalur militer dan logistik penting, wilayah ini telah lama menjadi wilayah yang sensitif selama masa perang. Aktivitas militer dan sistem pertahanan udara di sekitar provinsi tersebut meningkat seiring berlanjutnya konflik, mengingatkan banyak penduduk akan perang-perang masa lalu yang terjadi di pegunungan yang sama ini.
Terlepas dari semua itu, kehidupan terus berjalan. Pasar buka di pagi hari, kedai teh dipenuhi percakapan, dan keluarga berkumpul di malam hari di bawah cakrawala pegunungan. Namun di balik rutinitas tersebut, banyak hati menyimpan pertanyaan-pertanyaan terpendam tentang masa depan.
Bagi para pengikut Yesus di Kermanshah, iman sering dijalani dengan tenang. Kelompok-kelompok kecil berkumpul di rumah-rumah, berdoa bersama dan saling menguatkan. Bahkan di wilayah yang dibentuk oleh kesulitan dan ketegangan, Tuhan masih bekerja. Saya percaya bahwa pegunungan yang telah menyaksikan begitu banyak perjuangan ini suatu hari nanti akan menyaksikan sesuatu yang baru — kebangkitan spiritual yang membawa penyembuhan dan harapan bagi banyak orang.
Berdoa untuk Perdamaian dan perlindungan bagi warga Kermanshah yang tinggal di dekat wilayah perbatasan yang sensitif selama masa konflik.
(Mazmur 46:1)
Berdoa untuk Keluarga-keluarga Kurdi di seluruh provinsi untuk mengalami kasih dan harapan yang ditemukan di dalam Kristus.
(Yesaya 9:2)
Berdoa untuk Penyembuhan dan pemulihan bagi komunitas yang masih berupaya pulih dari gempa bumi dan kesulitan selama bertahun-tahun.
(Mazmur 147:3)
Berdoa untuk Umat beriman berkumpul secara tenang di rumah-rumah di seluruh Kermanshah untuk dikuatkan dengan keberanian dan persatuan.
(2 Timotius 1:7)
Berdoa untuk mengubah pegunungan di Iran barat menjadi tempat di mana kabar baik Yesus menyebar ke banyak hati.
(Yesaya 52:7)



110 KOTA - Kemitraan Global | Situs oleh Media IPC.
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA