110 Cities
Choose Language
Hari ke-06 / 14 Maret
Kembali ke Panduan Doa
Addis Ababa, Etiopia

Iman melepaskan kuasa Tuhan.

Iman melepaskan kuasa Tuhan.
“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Barangsiapa mempunyai iman sebesar biji mustard, dapat engkau berkata kepada gunung: Pindah dari sini ke sana, maka gunung itu akan berpindah. Tidak ada yang mustahil bagimu.‘ Matius 17:20

Berdoa untuk

Persatuan antar komunitas yang berdoa
BERITA HARI INI:
Dawit Percaya pada Kuasa Tuhan
Setelah seorang putra dan orang-orang percaya berdoa, ayahnya hidup kembali, yang menunjukkan kasih Allah yang dahsyat.
Pikiran Justin
Iman bisa tampak kecil, seperti biji mustard. Tetapi ketika kita sepenuhnya percaya kepada Tuhan, Dia melakukan hal-hal yang dahsyat. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Doakan Ethiopia dan orang-orang percaya yang mempertaruhkan segalanya. Mintalah kepada Tuhan untuk menumbuhkan imanmu semakin kuat setiap hari.
Mari kita berdoa...
Berikut beberapa doa untuk memulai...
  1. Ya Tuhan Bapa, tumbuhkanlah iman yang kuat dalam keluarga-keluarga di seluruh Addis Ababa, Ethiopia.
  2. Tuhan Yesus, satukanlah orang-orang percaya yang berdoa, sehingga Engkau memberikan jawaban yang penuh kuasa dan pemulihan.
  3. Roh Kudus, bantulah anak-anak seperti Dawitt untuk percaya kepada-Mu di saat-saat yang mustahil.
  4. Bapa, biarlah kesaksian tentang kuasa penyelamatan-Mu menguatkan gereja-gereja di seluruh negeri.
Bernyanyi, Menari - Pujilah!
Aku Bisa Percaya pada Tuhan
Lagu Tema Kami:
Lagu hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu setia, sehingga kita dapat mempercayai-Nya sepenuhnya.
© LifeKids / Life.Church
JUARA 2BC!
Luangkan beberapa menit untuk diam dan tenang! Pikirkan tentang 3 topik ini dan berdoalah tentang apa yang menurut Anda Tuhan sampaikan kepada Anda.

1. Mendengar
Tanyakan pada Yesus: “Situasi apa yang terasa mustahil bagiku yang ingin Engkau percayakan kepadaku?”

2. Mengetahui
Aku dapat mempercayai Tuhan karena Dia setia. – Ibrani 10:23

3. Berbagi
Berdoalah bersama seseorang tentang sesuatu yang terasa sulit, dan percayalah kepada Tuhan bersama-sama untuk pertolongan-Nya.

Dawit Melihat Kuasa Tuhan

(Addis Ababa, Ethiopia)

Addis Ababa adalah kota yang ramai dengan perbukitan, gereja, pasar, dan bus-bus berwarna-warni. Orang-orang menjual kopi dan roti segar di pinggir jalan. Anak-anak berjalan kaki ke sekolah dengan ransel, dan tetangga saling menyapa dengan hangat.

Dawit yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai sepak bola. Sepulang sekolah, ia menendang bola usang di antara dua batu yang ia gunakan sebagai tiang gawang. Ia mudah tertawa dan suka berlomba lari dengan teman-temannya di jalan.

Ayah Dawit, Araara, sangat mencintai Yesus. Dia juga membantu orang lain untuk belajar tentang Dia.

Tidak semua orang menyukai itu.

Suatu hari, Araara pergi mengunjungi seorang teman di desa terdekat. Dia tidak kembali ke rumah malam itu.

Dawit menunggu di ambang pintu, mengamati jalan. Matahari mulai terbenam, dan ayahnya masih belum datang.

Kemudian, beberapa tetangga datang dengan wajah serius.

“Terjadi masalah,” kata seorang pria dengan lembut.

Araara telah diserang dan ditinggalkan di luar desa. Ketika orang-orang menemukannya, dia tidak bernapas. Semua orang percaya dia telah meninggal.

Dawit merasa seolah dunia telah berhenti berputar.

Ibunya berlutut dan memeluknya erat-erat. Air mata memenuhi matanya.

“Kita akan berdoa,” bisiknya.

Mereka tidak berdoa dengan suara keras. Mereka tidak berteriak. Mereka hanya menangis dan memohon belas kasihan kepada Yesus.

Umat beriman lainnya di sekitar situ pun mulai berdoa. Kabar menyebar ke komunitas doa di Uganda yang telah bermitra dalam doa untuk Ethiopia. Ketika mereka mendengar apa yang telah terjadi, mereka pun ikut berdoa — memohon kehidupan, keberanian, dan agar kuasa Tuhan dinyatakan.

Berjam-jam berlalu.

Kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi.

Araara mulai bernapas kembali.

Orang-orang yang bersamanya mundur karena terkejut. Mereka segera meminta bantuan. Para jemaat tetap berada di sisinya dan terus berdoa.

Perlahan dan hati-hati, kekuatan Araara mulai pulih.

Ketika Dawit akhirnya diizinkan bertemu ayahnya, dia hampir tidak bisa berbicara.

Araara membuka matanya dan meremas tangan Dawit dengan lemah.

“Yesus menggendongku,” katanya pelan.

Air mata mengalir di pipi Dawit — tetapi kali ini adalah air mata kelegaan.

Selama beberapa hari dan minggu berikutnya, Araara semakin kuat. Para tetangga takjub. Beberapa bingung. Yang lain mulai bertanya-tanya.
“Mengapa kamu masih mengikuti Yesus?” tanya seseorang kepadanya.

Araara menjawab dengan lembut, “Karena Yesus hidup. Dan Dia layak dipercaya.”

Dawit mendengarkan dengan saksama. Sesuatu yang mantap dan kuat mulai tumbuh di dalam dirinya — bukan hanya kebahagiaan, tetapi juga iman.

Dia teringat sebuah ayat yang pernah diajarkan ayahnya kepadanya:

“Jika kamu memiliki iman sebesar biji mustard… tidak ada yang mustahil.”

Dawit mulai berdoa untuk teman-temannya di sekolah. Dia berdoa memohon keberanian untuk keluarganya. Dia berdoa untuk orang-orang yang belum mengenal Yesus.

Dan dia mempelajari sesuatu yang penting:

Kuasa Tuhan itu nyata.

Dan ketika orang-orang berdoa bersama, Tuhan dapat melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil.

Warnai & Ucapkan!

Unduh Buku Mewarnai

Colour Dawit bermain sepak bola dengan ayahnya di lapangan desa yang terbuka. Rumah-rumah sederhana, pepohonan, dan kehidupan sehari-hari memenuhi latar belakang, dengan perbukitan menjulang di balik desa. Lanskap yang luas menunjukkan kehidupan sehari-hari di pedesaan dekat Addis Ababa di Ethiopia.

Sambil mewarnai dan mempelajari kata-kata baru, doakan agar keluarga-keluarga di Ethiopia percaya kepada Yesus.

Pengantar Bahasa
Bahasa yang digunakan hari ini adalah bahasa Amharik. Cobalah kata-kata ini sambil berdoa untuk Ethiopia.

Kata 1
Halo = Selam
Terdengar Seperti = seh-LAHM

Kata 2
Terima kasih = Ameseginalehu
Kedengarannya Seperti = ah-meh-seh-ghee-NAH-leh-hoo

Kata 3
Salam = Selamta
Terdengar seperti = seh-LAHM-tah

crossmenuchevron-downarrow-up
id_IDIndonesian
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram