
Saya tinggal di Isfahan — sebuah kota yang sejak lama dikenal karena keindahannya. Orang-orang di sini sering berkata “Isfahan adalah separuh dunia,” karena masjid-masjidnya yang megah, kubah-kubah berubin, dan Lapangan Imam yang agung di jantung kota. Jembatan-jembatan membentang di atas Sungai Zayandeh Rood, dan selama berabad-abad tempat ini telah menjadi pusat seni, arsitektur, dan pembelajaran Persia.
Namun kini sungai yang dulunya menjadi ciri khas kota kita seringkali mengering. Para petani dari wilayah sekitarnya telah berulang kali memprotes kekurangan air dan hilangnya hak air bersejarah mereka dari Sungai Zayandeh. Beberapa demonstrasi bahkan melibatkan traktor di jalanan dan memicu respons keras dari pasukan keamanan.
Krisis yang lebih luas yang dihadapi Iran juga telah mencapai kota kami. Perang saat ini telah membawa serangan udara ke beberapa kota besar Iran, termasuk Isfahan, di mana fasilitas militer dan strategis telah menjadi sasaran sebagai bagian dari konflik yang lebih luas. Suara ledakan dan kehadiran pasukan keamanan telah menjadi bagian dari kehidupan, bahkan di dekat tempat-tempat yang dulunya menarik pengunjung dari seluruh dunia.
Namun kehidupan sehari-hari terus berlanjut. Para pedagang masih membuka kios mereka di pasar, para siswa menyeberangi jembatan dalam perjalanan ke universitas, dan keluarga berkumpul di alun-alun pada malam hari. Di balik keindahan kota kuno ini tersembunyi kerinduan yang mendalam—akan stabilitas, keadilan, dan harapan.
Bagi para pengikut Yesus di Isfahan, iman seringkali tenang. Umat beriman berkumpul di rumah-rumah, berdoa bersama, dan saling menguatkan saat mereka menghadapi tekanan dan ketidakpastian. Saya percaya bahwa kota yang dikenal karena arsitektur dan sejarahnya ini suatu hari nanti mungkin akan dikenal karena sesuatu yang lebih besar — tempat di mana hati terbangun kepada Allah yang hidup dan di mana kedamaian sejati mulai mengalir kembali seperti sungai yang pernah menopangnya.
Berdoa untuk Perdamaian dan perlindungan bagi rakyat Isfahan karena perang dan ketidakstabilan membawa ketakutan dalam kehidupan sehari-hari.
(Mazmur 46:1)
Berdoa untuk Para petani dan keluarga yang terdampak kekurangan air dan tekanan ekonomi dapat mengalami pertolongan Tuhan.
(Yesaya 41:17-18)
Berdoa untuk Para siswa, seniman, dan pemikir di pusat budaya bersejarah ini untuk menemukan kebenaran Kristus.
(Yohanes 8:32)
Berdoa untuk keberanian dan persatuan di antara orang-orang percaya yang berkumpul secara diam-diam di seluruh kota.
(Ibrani 10:23-24)
Berdoa untuk Isfahan — yang terkenal dengan jembatan dan keindahannya — akan menjadi jembatan kebangkitan spiritual di seluruh Iran.
(Habakuk 2:14)



110 KOTA - Kemitraan Global | Situs oleh Media IPC.
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA