
Aku berjalan di jalanan Almaty setiap hari, dikelilingi oleh kemegahan Pegunungan Tien Shan yang menjulang seperti mahkota di atas kota. Pernah menjadi ibu kota negara kita, Almaty tetap menjadi jantung kota. Kazakhstan—sebuah persimpangan sejarah, budaya, dan keyakinan. Di sini, timur bertemu barat, dan tradisi kuno bercampur dengan ambisi modern.
Kami adalah bangsa pengembara. Bahkan nama kami pun menceritakan kisah kami: Kazakh berarti “mengembara,” dan stan Berarti "tempat". Selama beberapa generasi, identitas kita telah dibentuk oleh pergerakan—para pengembara melintasi stepa, para pencari selama berabad-abad. Namun kini, pengembaraan kita terasa lebih dalam. Di balik kemajuan dan kemakmuran, banyak hati masih mencari rumah.
Tanah kami kaya akan minyak, mineral, dan sumber daya, tetapi harta terbesar kami adalah... anak muda—separuh dari bangsa kita berusia di bawah 30 tahun. Kita penuh dengan energi, ide, dan kerinduan. Setelah tujuh puluh tahun di bawah kekuasaan Soviet, ketika iman dibungkam dan harapan dihancurkan, generasi baru bangkit—generasi yang mengajukan pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh politik, kekayaan, dan tradisi.
Inilah mengapa saya mengikuti Yesus. Di dalam Dia, pengembara menemukan kedamaian. Di dalam Dia, yang tersesat menemukan rumah. Doa saya adalah agar Almaty, kota saya dan rakyat saya, akan menemukan bukan hanya kebebasan tubuh, tetapi juga kebebasan jiwa—beristirahat dalam pelukan Bapa yang penuh kasih yang menyambut semua orang yang tersesat.
Berdoalah untuk kaum muda Kazakhstan, bahwa generasi yang mencari makna akan bertemu dengan Yesus sebagai Pribadi yang membawa identitas dan tujuan. (Yesaya 49:6)
Berdoalah untuk Gereja di Almaty, agar orang-orang percaya berani dan bersatu dalam membagikan Injil di seluruh kelompok etnis dan bahasa. (Filipi 1:27-28)
Berdoa untuk kebangkitan spiritual, bahwa berabad-abad pengembaraan dan penindasan akan digantikan oleh kebangkitan dan kedamaian di dalam Kristus. (Matius 11:28-29)
Berdoalah untuk para pemimpin pemerintahan dan pendidik., bahwa mereka akan memberi ruang bagi iman untuk berkembang dan kebenaran untuk diungkapkan secara bebas. (1 Timotius 2:1–2)
Berdoalah agar Almaty menjadi kota pengirim jiwa., membina murid-murid yang membawa Injil dari Asia Tengah ke bangsa-bangsa di luar sana. (Kisah Para Rasul 13:47)



110 KOTA - Kemitraan Global | Info lebih lanjut
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA