110 Cities
Choose Language
Hari ke-2 / 10 Maret
Kembali ke Panduan Doa
Peshawar, Pakistan

Yesus membawa kedamaian

Yesus menjadikan musuh-musuh menjadi keluarga.
“Berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Matius 5:9

Berdoa untuk

Keluarga yang membutuhkan kebaikan dan pengertian
BERITA HARI INI:
Ayaan Belajar Tentang Perdamaian
Seorang anak laki-laki Muslim menemukan kebaikan dari tetangga Kristennya, dan kedamaian mulai mengubah keluarganya.
Pikiran Justin
Kedamaian sejati bukan hanya menghentikan pertengkaran. Kedamaian sejati mengubah hati. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi orang-orang yang tampak berbeda dari kita. Ketika seseorang memilih kebaikan daripada rasa takut, seluruh keluarga dapat berubah. Mintalah Yesus untuk membantu Anda menjadi berani dan membawa kedamaian di mana pun Anda berada.
Mari kita berdoa...
Berikut beberapa doa untuk memulai...
  1. Tuhan Yesus, bawalah damai-Mu kepada keluarga-keluarga di Peshawar, Pakistan yang menghadapi perpecahan.
  2. Ya Tuhan Bapa, bantulah anak-anak seperti Ayaan untuk memilih pengampunan dan kebaikan setiap hari.
  3. Pangeran Damai, ubahlah kehidupan keluarga melalui kasih karunia, kesabaran, dan pengertian.
  4. Roh Kudus, gunakan kasih lembut orang percaya untuk membangun kepercayaan di seluruh komunitas.
Bernyanyi, Menari - Pujilah!
Allah Maha Besar
Lagu Tema Kami:
Lagu hari ini memuji kebesaran Yesus, menyatakan kuasa, kasih, dan kebaikan-Nya bagi seluruh ciptaan.
© Penerbitan Musik Hillsong
JUARA 2BC!
Luangkan beberapa menit untuk diam dan tenang! Pikirkan tentang 3 topik ini dan berdoalah tentang apa yang menurut Anda Tuhan sampaikan kepada Anda.

1. Mendengar
Tanyakan kepada Tuhan: “Apakah ada persahabatan atau situasi di mana saya perlu membawa perdamaian alih-alih berdebat?”

2. Mengetahui
Aku adalah anak Allah dan pembawa damai. – Matius 5:9

3. Berbagi
Jadilah orang yang menciptakan perdamaian — libatkan seseorang yang tersisihkan, minta maaf terlebih dahulu, atau bantu dua orang untuk kembali berteman.

Ayaan Belajar Tentang Perdamaian

(Peshawar, Pakistan)

Di kota kuno Peshawar, pegunungan tinggi menjulang di kejauhan dan pasar-pasar yang ramai memenuhi jalanan dengan warna dan suara. Orang-orang menjual kain-kain berwarna cerah, rempah-rempah, dan teh manis. Seruan azan bergema di atas atap rumah lima kali setiap hari.

Ayaan yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai kriket. Setiap sore, ia bermain di jalan berdebu di luar rumahnya bersama sepupu dan tetangganya.

Ayaan selalu diajari untuk menghormati orang yang lebih tua dan melindungi keluarganya. Tetapi dia juga pernah mendengar hal lain — bahwa orang Kristen berbeda dan tidak dapat dipercaya.

Suatu hari, sebuah keluarga baru pindah ke rumah di ujung jalan. Mereka adalah pengikut Yesus.

Pada awalnya, semua orang menjaga jarak.

Suatu siang, saat bermain kriket, Ayaan terpeleset saat mengejar bola. Dia jatuh dengan keras dan lututnya tergores cukup parah. Lukanya dalam, dan dia mulai menangis.

Sebelum sepupu-sepupunya sempat membantunya, seseorang lain berlari ke arahnya.

Itu Paman Rahim — tetangga yang beragama Kristen.

Ia berlutut di samping Ayaan, membersihkan luka dengan hati-hati menggunakan air bersih, dan membalutnya dengan lembut menggunakan kain. "Kamu akan baik-baik saja," katanya dengan penuh kasih sayang.

Ayaan terkejut. Dia mengharapkan sikap dingin. Namun, yang dia temukan justru kebaikan.

Selama beberapa minggu berikutnya, Paman Rahim menyapa ayah Ayaan dengan sopan setiap pagi. Istrinya berbagi roti buatan sendiri dengan tetangga. Anak-anak mereka bermain dengan tertib bersama anak-anak lain.

Suatu malam, saat listrik padam, ayah Ayaan menerima undangan untuk duduk di luar bersama keluarga Paman Rahim untuk minum teh. Mereka berbicara tentang pekerjaan, tentang keluarga, tentang tantangan membesarkan anak.

Akhirnya, ayah Ayaan mengajukan sebuah pertanyaan.

“Mengapa kamu selalu begitu tenang?”

Paman Rahim tersenyum lembut. “Karena Yesus mengajarkan kita untuk mencintai, bahkan ketika itu sulit.”

Ayaan mendengarkan dengan saksama.

Bulan-bulan berlalu. Percakapan berlanjut. Tidak ada perdebatan — hanya pertanyaan-pertanyaan jujur.

Ayah Ayaan mulai membaca kisah-kisah tentang Yesus. Dia menemukan bahwa Yesus mengampuni musuh-musuh-Nya dan berdoa untuk orang-orang yang menyakiti-Nya.

Suatu malam, ayah Ayaan berkata pelan kepada keluarganya, “Jika Yesus membawa kedamaian seperti ini, aku ingin Dia memimpin rumah kita.”

Perubahan itu tidak berisik. Perubahan itu terjadi secara bertahap.

Perdebatan menjadi lebih singkat. Pengampunan menjadi lebih cepat. Rumah mereka terasa lebih ringan.

Sekarang, ketika Ayaan bermain kriket, dia terkadang mengundang anak-anak Kristen terlebih dahulu.

Dia telah mempelajari sesuatu yang penting:

Kedamaian bukanlah kelemahan.

Kedamaian adalah kekuatan yang berasal dari Yesus.

Dan dia berdoa agar seluruh kotanya juga merasakan kedamaian itu.

 

Warnai & Ucapkan!

Unduh Buku Mewarnai

Ayaan bermain kriket bersama teman-temannya di lapangan terbuka yang berdebu. Kios-kios pasar dan penduduk kota memenuhi latar belakang, dengan bangunan-bangunan tradisional dan gerbang kota besar di dekatnya. Di luar kota, pegunungan tinggi menjulang di bawah langit yang luas, menunjukkan kehidupan sehari-hari di sekitar Peshawar di Pakistan utara.

Sambil mewarnai dan mempelajari kata-kata baru, doakan keluarga-keluarga di Pakistan yang belum pernah mendengar tentang Yesus.

Pengantar Bahasa
Bahasa hari ini adalah Urdu. Cobalah menyapa seseorang menggunakan kata-kata ini sambil berdoa untuk Pakistan.

Kata 1
Semoga kedamaian menyertaimu. = Assalamu alaikum
Kedengarannya Seperti = ah-SAH-lah-moo ah-LAY-koom

Kata 2
Terima kasih = Terima kasih
Terdengar seperti = shoo-KREE-yah

Kata 3
Perdamaian = Aman
Terdengar Seperti = ah-MAHN

crossmenuchevron-downarrow-up
id_IDIndonesian
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram