


1. Mendengar
Tanyakan kepada Roh Kudus: “Kapan saya harus berbicara tentang Engkau, dan kapan saya hanya perlu menunjukkan kasih-Mu?”
2. Mengetahui
Aku telah menerima kuasa dari Roh Kudus. – 2 Timotius 1:7
3. Berbagi
Ceritakan kepada seorang teman tepercaya mengapa Yesus penting bagi Anda, atau undang mereka ke gereja, kelompok pemuda, atau acara Kristen.
(Dubai, Uni Emirat Arab)
Dubai adalah kota dengan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, lampu-lampu yang berkilauan, dan jalanan yang ramai. Orang-orang dari berbagai negara tinggal di sana. Anda dapat mendengar banyak bahasa yang berbeda di pusat perbelanjaan dan di metro. Beberapa keluarga telah tinggal di sana selama beberapa generasi, dan banyak lainnya pindah karena pekerjaan.
Layla yang berusia sepuluh tahun tinggal di sebuah gedung apartemen tinggi. Ayahnya bekerja lembur, dan ibunya merawat Layla dan adik laki-lakinya yang masih bayi. Layla bersekolah dengan anak-anak dari berbagai budaya. Kelasnya seperti dunia mini.
Keluarga Layla berasal dari negara lain. Mereka mengasihi Yesus, dan mereka mengikuti-Nya dengan penuh keberanian.
Namun di Dubai, orang tua Layla juga mengajarinya untuk menjadi bijaksana.
“Sayangi semua orang,” kata ibunya, “dan berhati-hatilah. Berdoalah agar Tuhan datang pada waktu yang tepat.”
Salah satu orang favorit Layla adalah Bibi Imen. Bibi Imen adalah seorang pekerja migran yang membantu banyak keluarga. Dia ramah, ceria, dan selalu siap membantu.
Suatu siang, ibu Layla mengundang Bibi Imen untuk minum teh. Sambil menunggu air mendidih, Layla mendengarkan dari ambang pintu saat orang dewasa berbincang-bincang.
Tante Imen bercerita tentang seorang wanita di tempat kerja yang terus mengajukan pertanyaan.
“Dia mengamati hidupku,” kata Bibi Imen. “Dia melihat bagaimana Yesus mengubahku. Dia bertanya mengapa aku memaafkan, mengapa aku tidak bergosip, mengapa aku tetap berharap.”
Layla mencondongkan tubuhnya lebih dekat.
“Lalu bagaimana menurutmu?” tanya ibu Layla.
Tante Imen tersenyum. “Aku bercerita padanya tentang Yesus—dengan lembut. Aku bercerita padanya bahwa Dia telah mengampuniku. Aku bercerita padanya bahwa Dia memberiku kedamaian. Aku bercerita padanya bahwa aku milik-Nya.”
Jantung Layla berdetak lebih cepat. Kedengarannya berani.
Malam itu, Layla bertanya kepada ibunya, “Apakah menakutkan membicarakan tentang Yesus?”
Ibunya berpikir sejenak. “Terkadang. Tapi cinta lebih kuat daripada kekhawatiran. Dan Yesus menolong kita.”
Keesokan harinya di sekolah, Layla memperhatikan seorang gadis bernama Noor duduk sendirian di taman bermain. Noor juga pindah dari negara lain, dan dia belum mengenal siapa pun. Beberapa anak menghindarinya karena dia "anak baru."“
Layla teringat kata-kata Bibi Imen: Orang-orang memperhatikan hidupmu.
Lalu Layla berjalan menghampiri Noor dan berkata, “Apakah kamu mau bermain?”
Noor tampak terkejut. Lalu dia mengangguk.
Mereka memainkan permainan sederhana, dan Noor tersenyum untuk pertama kalinya.
Kemudian, Noor bertanya, “Mengapa engkau datang kepadaku?”
Layla ragu-ragu, lalu menjawab dengan jujur, “Karena Yesus mengasihi orang-orang yang merasa kesepian.”
Noor berkedip. "Yesus?"“
Layla mengangguk. “Dia adalah Juru Selamatku. Dia membantuku untuk berbuat baik.”
Noor tidak membantah. Dia hanya mendengarkan.
Malam itu, Layla menceritakan apa yang terjadi kepada Bibi Imen. Bibi Imen tersenyum dan berkata, “Itulah dia! Keberanian tidak selalu berarti pidato-pidato besar. Terkadang keberanian adalah sebuah pilihan yang baik.”
Selama beberapa minggu berikutnya, Layla terus berdoa untuk Noor. Dia mengajak Noor duduk bersama saat makan siang. Dia melibatkan Noor dalam permainan. Dia berbagi hal-hal kecil — tidak memaksa, hanya menunjukkan kasih sayang.
Dan Noor mulai mengajukan lebih banyak pertanyaan.
“Bisakah kamu menceritakan sebuah kisah tentang Yesus?” tanya Noor suatu hari.
Layla tersenyum. "Ya."“
Dia bercerita kepada Noor tentang Yesus yang menyambut anak-anak. Dia bercerita kepadanya tentang gembala yang mencari domba yang hilang. Dia bercerita kepadanya tentang pengampunan.
Layla tidak merasa seperti seorang pendeta dewasa. Dia hanya merasa seperti seorang gadis yang memancarkan cahaya.
Dan dia memahami sesuatu yang penting:
Tuhan dapat menggunakan anak-anak untuk membagikan Yesus — dengan keberanian dan kebaikan.
Unduh Buku MewarnaiLayla duduk bersama keluarganya di taman kota yang hijau. Pohon palem, orang-orang berjalan, dan ruang berumput terbuka mengelilingi mereka. Di latar belakang, gedung pencakar langit modern yang tinggi dan jalur kereta api yang ramping menjulang di atas cakrawala, menunjukkan kehidupan sehari-hari di Dubai.
Sambil mewarnai dan mempelajari kata-kata baru, berdoalah agar orang-orang di Dubai mendengar kabar baik tentang Yesus.
Pengantar Bahasa
Bahasa yang kita pelajari hari ini adalah bahasa Arab lagi. Latih kata-kata ini sambil berdoa untuk Dubai.
Kata 1
Keberanian = شجاعة (Shaja'a)
Terdengar seperti = sha-JAH-ah
Kata 2
Kebaikan = لطف (Lutf)
Terdengar Seperti = LOOT-f
Kata 3
Keyakinan = إيمان (Iman)
Terdengar Seperti = EE-mahn


110 KOTA - Kemitraan Global | Situs oleh Media IPC.
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA