110 Cities
Choose Language
Hari ke-01 / 9 Maret
Kembali ke Panduan Doa
Medan, Indonesia

Yesus menyatakan Diri-Nya

Yesus menyatakan Diri-Nya kepada hati yang mencari
“Tidak seorang pun mengenal Anak kecuali Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa kecuali Anak dan orang-orang yang kepadanya Anak memilih untuk menyatakan Dia.” Matius 11:27

Berdoa untuk

Keluarga-keluarga membaca kisah-kisah Alkitab untuk pertama kalinya
BERITA HARI INI:
Rani Mendengar Tentang Yesus
Seorang gadis Muslim mendengar kisah-kisah Alkitab, ibunya bermimpi tentang Yesus, dan mereka menemukan siapa Dia sebenarnya.
Pikiran Justin
Yesus berbicara kepada siapa pun yang ingin mengenal-Nya. Ia dapat berbicara melalui Alkitab, mimpi, atau kedamaian yang tenang di dalam hati Anda. Ketika seseorang dengan jujur meminta-Nya untuk menunjukkan siapa Dia, Ia menjawab. Momen itu mengubah segalanya. Doakan agar anak-anak di Medan dapat melihat-Nya dengan jelas.
Mari kita berdoa...
Berikut beberapa doa untuk memulai...
  1. Bapa Surgawi, nyatakanlah Yesus dengan jelas kepada anak-anak di Medan, Indonesia, yang mencari kebenaran.
  2. Tuhan Yesus, temui keluarga-keluarga seperti keluarga Rani yang membaca Kitab Suci, dan tariklah mereka untuk mengikuti-Mu.
  3. Bapa, berfirmanlah melalui mimpi, kisah-kisah Alkitab, dan kedamaian bagi hati yang mencari.
  4. Roh Kudus, bantulah umat percaya setempat untuk dengan penuh kasih membimbing sesama mereka kepada Kristus.
Bernyanyi, Menari - Pujilah!
Siapa Katamu Aku Ini?
Lagu Tema Kami:
Lagu hari ini merayakan terpilihnya seseorang oleh Yesus, mengingatkan setiap anak bahwa mereka milik Tuhan.
© Penerbitan Musik Hillsong
JUARA 2BC!
Luangkan beberapa menit untuk diam dan tenang! Pikirkan tentang 3 topik ini dan berdoalah tentang apa yang menurut Anda Tuhan sampaikan kepada Anda.

1. Mendengar
Tanyakan kepada Yesus: “Apakah ada seseorang di sekolah atau keluarga saya yang ingin Engkau doakan minggu ini? Tunjukkan kepada saya bagaimana cara mendengarkan-Mu dengan lebih jelas.”

2. Mengetahui
Aku dipilih dan dikenal oleh Allah. – Yohanes 15:16

3. Berbagi
Gambarlah atau tulislah sesuatu yang menunjukkan mengapa Anda mengasihi Yesus dan bagikanlah dengan seorang teman atau anggota keluarga minggu ini.

Rani Mendengar Tentang Yesus

(Medan, Indonesia)

Di kota Medan yang hangat dan ramai di Indonesia, pohon-pohon palem bergoyang di bawah sinar matahari dan sepeda motor melaju kencang melewati pasar-pasar berwarna-warni yang dipenuhi buah-buahan dan rempah-rempah. Udara dipenuhi aroma nasi goreng dan teh manis. Lima kali sehari, seruan azan bergema di atas atap rumah, mengingatkan keluarga untuk berhenti sejenak dan berdoa.

Rani yang berusia sepuluh tahun senang membantu ibunya di warung makan kecil mereka. Setiap pagi, dia mengaduk nasi dan kari sementara ibunya menyapa pelanggan dengan senyuman. Rani mencintai Tuhan. Dia berdoa setiap hari dan berusaha untuk berbuat baik. Tetapi dia belum pernah membaca Alkitab, dan dia tidak tahu banyak tentang Yesus.

Suatu sore, bibi Rani mengundang ibunya ke kelompok baca kecil khusus perempuan. “Kami hanya membaca kisah-kisah tentang para nabi,” jelas bibinya. “Apakah Ibu mau ikut?”

Ibu Rani ragu-ragu. Tapi dia penasaran. Jadi malam itu, Rani dan ibunya berjalan bersama ke rumah bibinya.

Para wanita itu duduk di atas tikar anyaman di lantai. Sebuah buku kecil terletak di tengah lingkaran. Mereka tidak berdebat. Mereka tidak berargumentasi. Mereka hanya membaca cerita.

Rani mendengarkan dengan tenang saat mereka membaca tentang penciptaan. Mereka membaca tentang Abraham. Mereka membaca tentang pengampunan dan janji-janji Tuhan.

Kemudian pada suatu malam, mereka mulai membaca tentang Yesus.
Rani mencondongkan tubuhnya lebih dekat.

Mereka membaca tentang kebaikan-Nya. Mereka membaca tentang mukjizat-Nya. Mereka membaca tentang bagaimana Dia mengampuni orang dan menerima anak-anak. Rani merasakan sesuatu bergejolak di dalam hatinya, meskipun dia tidak sepenuhnya memahaminya.

Malam itu, sesuatu yang tak terduga terjadi.
Ibu Rani bermimpi.

Dalam mimpi itu, seorang pria berpakaian putih berkilauan berdiri di hadapannya. Wajahnya lembut, dan matanya penuh kebaikan. Tidak ada yang menakutkan tentang dirinya — hanya kedamaian.
“Akulah Jalan,” kata-Nya dengan lembut. “Ikuti Aku.”

Ibu Rani terbangun tiba-tiba. Jantungnya berdebar kencang, tetapi ia merasa tenang. Mimpi itu terasa lebih nyata daripada mimpi apa pun yang pernah ia alami sebelumnya.

Keesokan harinya, dia menceritakan kepada Rani apa yang telah terjadi.
“Menurutmu itu Yesus?” bisik Rani.
Ibunya mengangguk perlahan. “Kurasa Dia sedang menyatakan Diri-Nya kepada kita.”

Selama beberapa minggu berikutnya, para wanita itu terus membaca. Mereka belajar bahwa Yesus disebut Anak Domba Allah. Mereka belajar bahwa Dia mati dan bangkit kembali. Mereka belajar bahwa Dia mengampuni dosa dan memberikan hidup baru.

Rani mulai berdoa dengan cara yang berbeda.

Alih-alih mengulang kata-kata yang sudah familiar, dia berbicara dengan jujur.
“Yesus… jika Engkau nyata… tolong tunjukkan padaku.”

Dia tidak mendengar suara keras. Dia tidak melihat cahaya terang. Tetapi saat dia membaca cerita dan berdoa, dia merasakan kedamaian. Dia merasakan sukacita ketika mendengar firman Yesus. Dia merasa dipahami — seolah-olah seseorang mengerti dirinya sepenuhnya.

Suatu sore, Rani dan ibunya duduk di tepi kanal irigasi sempit yang dikelilingi sawah hijau. Sekelompok kecil wanita berkumpul dengan tenang. Satu per satu, mereka melangkah ke dalam air dan dibaptis sebagai pengikut Yesus.

Rani mengamati dengan saksama. Dia melihat air mata. Dia melihat senyuman. Dia melihat keberanian.

Kemudian, Rani memeluk ibunya erat-erat. “Sekarang kita milik Yesus,” katanya.

Ibunya tersenyum. “Ya. Dan Dia telah menyatakan Diri-Nya kepada kita.”

Sejak hari itu, Rani mulai mendoakan teman-temannya di sekolah. Dia tidak berdebat. Dia tidak memaksakan percakapan. Tetapi ketika seseorang bertanya mengapa dia tampak begitu gembira, dia menjawab dengan sederhana, “Karena Yesus mengasihiku.”
Rani mempelajari sesuatu yang penting:

Yesus menyatakan Diri-Nya kepada orang-orang yang benar-benar mencari Dia.
Dan ketika Dia melakukannya, segalanya mulai berubah.

Warnai & Ucapkan!

Unduh Buku Mewarnai

Rani dan ibunya sedang menyiapkan makanan di warung pinggir jalan mereka yang ramai di Medan. Panci dan mangkuk diisi dengan nasi dan bahan-bahan saat mereka memasak bersama. Di latar belakang, Anda dapat melihat kios-kios pasar, bangunan-bangunan di dekatnya, dan menara masjid yang tinggi di bawah langit terbuka, yang menunjukkan kehidupan sehari-hari di kota mereka di Indonesia.

Sambil mewarnai dan mempelajari kata-kata baru, doakanlah orang-orang di Indonesia yang belum mengenal Yesus.

Pengantar Bahasa
Bahasa hari ini adalah bahasa Indonesia. Cobalah mengucapkan salam dan terima kasih menggunakan kata-kata di bawah ini saat Anda berdoa.

Kata 1
Halo = Halo
Terdengar Seperti = HAH-loh

Kata 2
Terima kasih = Terima kasih
Terdengar seperti = tuh-REE-mah KAH-see

Kata 3
Perdamaian = Damai
Terdengar Seperti = dah-MY

Sebelumnya
crossmenuchevron-downarrow-up
id_IDIndonesian
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram