Buddhisme Theravada: Dikembangkan di Sri Lanka, tempat ajaran-ajaran awal dilestarikan dan diformalkan. Ajaran ini menekankan disiplin pribadi, meditasi, dan kehidupan etis sebagai sarana untuk mencapai pencerahan. Tradisi ini dominan di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Laos.
Buddhisme Mahayana: Aliran ini muncul kemudian dan memperkenalkan teks-teks tambahan yang dikaitkan dengan Buddha. Aliran ini mengajarkan bahwa seorang bodhisattva—makhluk yang tercerahkan—dapat menunda pembebasan akhir untuk membantu orang lain terbebas dari penderitaan. Belas kasih kepada semua makhluk hidup merupakan inti dari aliran ini, yang menyebar luas di Tiongkok, Jepang, Vietnam, dan Semenanjung Korea.
Buddhisme Tibet: Dikembangkan dari tradisi Mahayana India dan menekankan ritual, simbolisme, nyanyian, dan praktik visualisasi. Aliran ini berupaya mempercepat pencerahan melalui disiplin spiritual yang terstruktur dan pengabdian kepada bodhisattva surgawi.
Dalam beberapa dekade terakhir, Buddhisme di masyarakat Barat sering kali dipandang ulang sebagai praktik kesejahteraan pribadi daripada sebagai komitmen keagamaan.
Banyak orang tertarik pada meditasi untuk mengurangi stres, mencapai keseimbangan emosional, atau kejernihan mental, seringkali terlepas dari kepercayaan tradisional tentang karma, kelahiran kembali, atau pencerahan.
Sebagian orang terlibat melalui retret terstruktur, program kesadaran penuh (mindfulness), atau praktik terpandu yang dipimpin oleh guru yang terlatih dalam tradisi Asia.
Yang lain mengadopsi pendekatan eklektik, memadukan teknik Buddha dengan psikologi atau filosofi pengembangan diri, sambil tetap aktif dalam gaya hidup dan profesi sekuler.


110 KOTA - Kemitraan Global | Info lebih lanjut
110 CITIES - Proyek IPC a US 501(c)(3) No 85-3845307 | Info lebih lanjut | Situs oleh: IPC MEDIA